Beranda > Porositas > Porositas

Porositas

Hi, Selamat datang, Tulisan ini sengaja Abang buat untuk adik-adik Teknik Pertambangan S1 UNP. Salam kenal dari Abang, bagi adik-adik Teknik Pertambangan UNP S1 maupun D3, salam hangat dari abang, bagi yang mau kenal abang lebih jauh bisa Add FB abang. Ok, langsung kita ke TKP.

Nanda Dwi Cahya

Praktek Survey

Porositas

Porositas merupakan perbandingan antara ruang kosong dari suatu batuan dengan volume batuan itu sendiri. Pengukuran porositas batuan merupakan hal yang sangat penting karena akan menentukan seberapa banyak hidrokarbon (gas atau minyak) yang ada di dalam batuan. Porositas bisa dikategorikan dalam beberapa kategori sebagai berikut :

Berdasarkan cara pembentukannya

  •  Porositas asli atau primer : menyatakan besaran porositas yang terbentuk saat proses diagenesis batuan, contohnya yaitu porositas intergranular
  • Porositas sekunder : menyatakan besaran porositas yang terbentuk setelah proses diagenesis batuan, contohnya yaitu karena pelarutan pada batuan karbonat (vugs) atau akibat proses tektonik (fracture porosity)

Berdasarkan kemampuan pori untuk dilewati hidrokarbon

  • Porositas Total : merupakan rasio dari jumlah total pori-pori dibandingkan dengan volume bulknya
  • Porositas Efektif : merupakan rasio dari pori-pori (ruang kosong) yang saling berhubungan dibandingkan dengan volume bulknya

Berdasarkan letak pori-porinya

  • Porositas intragranular : pori-pori terletak di dalam butiran itu sendiri
  •  Porositas intergranular : pori-pori terletak diantara butiran yang tidak tertutupi oleh semen

Nilai porositas sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :

  1. Keseragaman butiran : semakin seragam butir penyusun batuan maka nilai porositasnya akan semakin besar, dilain pihak apabila ukuran butiran tidak seragam maka butiran yang lebih kecil akan mengisi ruang kosong diantara butiran yang lebih besar sehingga nilai porositas akan turun.
  2. Derajat sementasi : semakin tinggi derajat sementasi maka pori-pori batuan yang tertutup semen akan semakin kecil, sehingga nilai porositas akan semakin kecil pula
  3. Derajat kompaksi : semakin besar tekanan yang diberikan ketika proses diagenesa batuan maka akan membuat ukuran pori-pori semakin kecil dan akibatnya nilai porositas juga akan semakin kecil
  4. Derajat angularitas : pada umumnya batuan dengan butiran yang memiliki roundness yang baik akan memiliki nilai porositas yang lebih baik daripada batuan dengan bentuk yang melancip.

Semoga artikel ini membantu menambah wawasan adik-adik semua.

Sumber: http://budikhoironi.wordpress.com/2012/02/10/sifat-fisik-batuan-reservoir-porositas-dan-permeabilitas/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: